TUGAS setiap wartawan Muslim adalah dakwah. Karena itu dalam melakukan pekerjaan, mereka harus menyampaikan kebenaran tanpa memanipulasi. Pernyataan ini disampaikan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur dalam tabligh akbar di Masjid Al Azhar, Kemayoran Jakarta. Tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam (FUI) ini berlangsung usai shalat Jumat itu dihadiri ratusan orang.
Himbauan Ferry Nur ini disampaikan setelah mencermati liputan berbagai media massa –khususnya TV—yang sudah mulai tidak bersikap jujur dan adil dalam masalah sebenarnya yang terjadi dalah kasus FPI. Ferry banyak menjelaskan sisi-sisi lain jasa FPI bagi bangsa Indonesia di luar kasus yang kini sedang disoroti.
Menurut Ferry, FPI juga punya jasa-jasa bagi kemanusiaan. Mereka membantu menanggulangi banjir Jakarta, mereka juga pernah ke Aceh saat tsunami. FPI menemukan jasad pejabat polisi Aceh yang hilang saat tsunami. “Di mana ketika itu Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB),” katanya. Rasa adil itulah yang tidak ia lihat dalam media massa. Selain di Masjid Al Azhar, tabligh akbar secara serentak juga dilaksanakan di beberapa masjid di seluruh Jakarta.
Selain Ferry, tokoh Islamenyampaikan orasi adalah; Rusdi Hamka, Ketua KISDI Ahmad Sumargono, Ketua HTI Al Khathat, KH Cholil Ridwan, Mashadi, Pimpinan Pondok Pesantren Assafiiyah Abdullah Rasyid Syafi’i. Usai acara tabligh akbar, puluhan tokoh Islam dan ulama itu langsung berangkat menuju Kapolda guna menjenguk Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. [Sur/cha/www.hidayatullah.com].*
Filed under: BERITA


Assalamualaikum,
Memang selayaknya media berita hrs memberikan informasi dgn jujur & tdk memihak. Pd acara stasiun tv swasta seringkali mengulangi berita yg menyudutkan. Bahhkan dlm acara Metro Highlight digunakan soundtrack musik aliran non-muslim “GodFather”. Sungguh sangat tdk bijak acara penyudutan FPI dgn musik tsb.